Saturday, 24 November 2012

Pasar


Pasar Persaingan Sempurna, Monopolistik, Monopoli, dan Oligopoli
Latar Belakang           : Pasar merupakan salah satu dari berbagai sistem, institusi ,prosedur, hubungan sosial dan infrasturktur dimana usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Menurut organisasinya, pasar dibedakan menjadi empat, yaitu pasar persaingan sempurna, pasar monopolistik, pasar monopoli dan oligopoli.
Tujuan                         : Mengetahui perbedaan dan persamaan antara pasar persaingan sempurana, pasar monopolistik, pasar monopoli dan oligopoli.
Persamaan dan Perbedaan Pasar Persaingan Sempurna, Monopolistik, Monopoli, dan Oligopoli
­­­­
Pasar Persaingan Sempurna
Monopolistik
Monopoli
Oligopoli
Penentu Harga
Price taker
Price setter
Price setter
Price setter
Sifat
Dapat keluar masuk pasar
Dapat keluar masuk pasar
Sulit masuk ke dalam pasar
Sulit keluar masuk pasar
Barang
Homogen
Bukan barang close subtitute
Homogen
Homogen
Harga jual produk
Harga sesuai dengan harga pasar atau lebih rendah dari harga pasar
Harga ditentukan dari citra perusahaan
Harga ditentukan oleh produsen
Harga tidak mudah berubah
Jumlah penjual
Banyak penjual
Banyak penjual
Tidak banyak penjual
Tidak terlalu banyak
Promosi Iklan
Diperlukan
Sangat diperlukan
Kurang diperlukan
Sangat diperlukan
Cara memperoleh keuntungan maksimum
Jumlah barang yang diproduksi/ dijual
Usaha non harga
Jumlah barang yang dijual dan penetapan harga jual barang tersebut
Menetapkan harga jual terbatas
Contoh
Pasar hasil pertanian
Yamaha dan Honda
PT. PLN, PT Pos dan Giro
Exxon, Chevron, Texaco
Kelebihan
1.    Konsumen atau masyarakat mempunyai pilihan yang lebih banyak terhadap barang dan jasa yang diperlukan.
2.    Bagi produsen mempunyai kebebasan yang penuh atas corak pilihan dalam menggunakan faktor-faktor produksi.
3.    Memaksimumkan efisiensi.

1.     Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
2.    Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
3.    Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
4.    Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.

1.  Lebih efisien dalam penggunaan input lebih rendah
2.  Jumlah output lebih sedikit
3.  Perusahaan dapat menentukan harga barang.

1.      Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
2.      Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk.
3.      Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual.
4.      Adanya penerapan teknologi baru
5.      Penjual dapat mengendalikan harga

Kelemahan
1.  Inovasi produk tidak membawa manfaat yang kekal atau jangka panjang, karena setiap produk baru mudah ditiru.
2.  Menimbulkan biaya sosial bagi masyarakat sebagai dampak dari penggunaan sumber daya yang terdapat di sekitar lingkungan industri.
3.  Biaya produksi semakin tinggi. Untuk menyesuaikan dengan pasar persaingan sempurna memerlukan perubahan produk yang berakibat naiknya harga produksi.
4.  Distribusi pendapatan tidak selalu rata

1.    Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
2.    Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3.    Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen

1.      Harga barangnya lebih tinggi atau mahal dibandingkan dengan pasar tradisional

1. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
2. Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi
3. Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena semangat bersaing kurang
4. Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi
5. Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru
6. Bisa berkembang ke arah monopoli
7. Produsen bisa melakukan kartel


Thursday, 22 November 2012

Tau apa mereka tentang kebahagiaan GUE



Rama   : Kenapa? Masalah organisasi lagi?

Gue     : yah, seperti yang lo tau lah. Senior gue pada bulshit semua. Entah apa yang ngebuat mereka ngomong semuanya di depan junior mereka. Lo tau? Gue suka ngerasa kalo mereka ngomong itu di depan juniornya biar juniornya banyak yang ikut organisasi, dengan begitu mereka bisa bales dendam. Ya, itulah tujuan utamanya, bukan karena mereka pengen kita sebagai penerus tapi lebih ke masalah pribadi. Kalo juniornya pada ga ikut, mereka mau marah-marah sama siapa coba?

Rama   : Emang kerjaan mereka tuh marah-marah ya?

Gue     : Bukan marah-marah lagi Ram. Waktu kumpul, ya semacam ospek organisasi gitu, mereka pasti bakal marah-marah. Kita datang ke lapangan di tatap wajah garang mereka. Apa maksud coba? Emang salah kita apa sampe mereka natap kita kaya gitu.

Rama   : Itu kan cuma acting, anggap santai aja lagi.

Gue     : Iya tapi tetep aja ga suka. Lo tau mereka bilang, masuk organisasi tuh hiburan banget buat kita. HHH, tiap kumpul dapet tatapan kayak gitu dibilang penghibur? Dibilang hiburan? Mikir dong, siapa yang terhibur dan siapa juga yang jadi penghibur.

Rama   : Seengganya lo jadi penghibur.

Gue     : Buat mereka? NO WAY

Rama   : kenapa sih lo benci banget sama organisasi lo?

Gue     : Lo, tau? Organisasi suruh kumpul, gue ikut kumpul, mereka pengen gue bayar, gue bayar langsung tanpa ditagih, senior pengen disapa, gue sapa. Gue lakuin apa yang dipengenin organisasi. Justru sekarang gue pengen tanya, apa yang organisasi lakukan buat  gue? Apa mereka tau apa keinginan gue? Ga kan. Mereka egois, mereka mentingin diri mereka sendiri. Gue selalu nyenengin mereka, tapi mereka? Bukan  gue ngarep balas jasa dari mereka, tapi please gue cuma butuh satu. Gue pengen mereka membiarkan gue buat ngelakuin sesuka gue, karena gue tau apa yang terbaik buat gue. Tau apa sih mereka tentang gue. Gue tuh ga penting, yang ada gue harus hapal dan tau tentang mereka. Mereka selalu bilang kita keluaga, lo punya kaka kan? Apa harus lo tau tentang kaka lo duluan? Yang ada kaka lo yang duluan tau tentang lo, karena dia lahir lebih dulu dari lo.

Rama   : Yaudah, ga ada salahnya kan lo kenalin mereka duluan, dengan begitu mungkin aja mereka jadi kenal lo.

Gue     : Mungkin. Tapi kalo kenalannya kepaksa gitu sih males guanya juga. Gue ga pernah maksa mereka jadi temen gue, dan gue juga ga mau berteman dengan mereka karena syarat.

Rama   : Jadi harapan lo buat organisasi lo apa? Lo pengen apa?

Gue     : Gue pengen mereka ngebebasin gue buat ngelakuin apapun. Kalo emang ga bisa, gue Cuma minta satu aja. Please biarin gue buat beli novel. Jangan ganggu keuangan gue dengan bayar danus atau nombok gitu, kalo pun iya, please, sebulan jangan lebih dari lima puluh ribu. Gue rasa, dengan uang 50ribu kita udah berkontribusi banget sama mereka. Lo bayangin ya, organisai ga kerja bisa dapet duit 50ribu sebulan, tau gitu mending gue jadi organisasi aja enak.

Rama   : Kenapa lo pengen banget sih beli novel tiap bulan?

Gue     : Lo tau? Novel itu segalanya buat gue, disana gue bisa dapet apa yang gue mau walaupun Cuma khayalan, tapi disana gue bisa dapet dan temuin kebahagiaan gue. Dengan duit 50ribu gue bisa dapet semuanya, sedangkan gue bayar ke organisasi, apa yang bisa gue dapetin? Tau aoa mereka tentang kebahagiaan gue? Yang ada organisasi malah minta lebih, bukannya bersyukur. Mereke  mikirin apa sih tentang kebahagiaan gue? Bahkan gue rasa mereka ga pernah mentingn kebahagiaan gue.

Rama   : Hmm, lo bisa ngambil sisi positifnya, lo keren, lo udah bisa bahagian mereka, jarang ada orang yang bisa ngasih kebahagiaan buat orang lain.

Tuesday, 20 November 2012

Kesabaran

Gue      : Makin hari gue makin enegh sama organisasi Ram.

Rama   : Kenapa?

Gue     : Gue ini jurusan akun bukan manajemen pemasaran atau administrasi niaga, ngapain sih gue mesti jualan?

Rama   : ya, mungkin organisasi lo pengen lo belajar usaha kecil-kecilan

Gue     : Selebay itukah? Ram, lo tau ga sih, senior selalu bilang bahkan terkesan menjanjikan kalo organisasi ini buat lo happy, bisa buat lo keluar dari kejenuhan lo belajar, nyatanya? Tiap hari  organisasi tuh bikin kita stress. Lo tau? Gue jadi sering ngelamun semenjak ikut organisasi, ngelamun besok gue mesti nombokin apa lagi? Besok gue mesti beli apa lagi? Lo tau? Gue lebih milih jenuh belajar dari pada ikut organisasi.

Rama   : Terus kenapa lo mesti bertahan di organisasi lo?

Gue     : Ram, kalo gue orang pinter, gue udah keluar dari organisasi, gue ga butuh mereka. Masalahnya, gue orang biasa. Buat dapet nilai A aja susah, terus kalo gue ga ikut organisasi nilai yang keluar makin susah. Gue juga ga ngerti sih Ram, tapi menurut kabar yang beredar, organisasi ini bisa bikin nilai kuliah lo sulit keluar. Itu kan namanya pemaksaan Ram. Itu udah ngelanggar hak asasi.

Rama   : Kenapa lo ga protes aja?

Gue     : Ya, andai gue punya nyali buat itu.  Gue pasti bakal lakuin itu dari dulu.

Rama   : Temen lo?

Gue     : ya, temen gue juga ada yang protes juga, tapi lo tau apa tanggapan dari mereka? Mereka Cuma bilang kalo dulu juga mereka ngerasain apa yang kita rasain dan suatu saat nanti kita juga bakal ngerasain gimana ada di posisi mereka.

Rama   : Iya, itu bener, lo mesti sabar aja buat nunggu itu. Semua ada tahapannya.

Gue     : Terus kalo mereka pernah ngalamin posisi kita, kita juga mesti ngalamin hal yang serupa dengan mereka? Apa esensi semuanya? Apa dengan kaya gini buat mereka lebih baik? Mereka bilang kalo mereka sayang sama kita. Harusnya, kalo mereka sayang sama kita, mereka ga akan ngebuat kita kayak gini, mereka ga akan mempersulit kita. Dan sekarang mereka juga terkesan maksa nyuruh kita ikutin yang pernah mereka alami, padahal kita ga pernah liat kebaikan dari kegiatan itu di diri mereka. Kalo udah kaya gitu, itu namanya bukan sayang, tapi bales dendam.

Rama   : Udah, yang penting lo dapet pelajaran dari semuanya va. Ya, mungkin bener apa yang dikatain lo tentang tujuan mereka ngelakuin ini semua tuh bales dendam apa mereka bener-bener sayang. Tapi, coba lo jangan liat dari tujuan mereka itu apa, tapi lo pelajarin satu-satu dari setiap langkah yang lo jalani.

Gue     : ga ada pelajaran yang bisa gue ambil selain kesabaran gue nyikapin mereka Ram, gue udah terlanjur benci sama organisasi gue. Lo tau? Gue bisa aja nyebutin sama semua orang, sebenarnya apa sih organisasi yang gue ikutin? Tapi gue inget, dengan gue cerita sama lo tentang organisasi itu, secara tidak langsung gue udah ngejelekin organisasi yang gue ikutin. Gue masih hargain perkataan mereka kalo kita mesti jaga omongan tentang organisasi ini, kita mesti kontrol diri, kalo mau share atau nyeritain organisasi kita, ya usahain posting yang bagusnya aja. Makannya gue ga pernah sebutin nama organisasi ini kalo gue lagi sama lo di tempat terbuka dan umum kaya gini, gue sangat menjaga nama baik organisasi gue, dan ngenesnya apa yang gue dapetin? Gue ga pernah dapet pengahargaan dari organisasi itu. Mereka pengen dijaga, tapi apa mereka juga ngejaga perasaan gue? Saat gue udah nyerah sama semuanya, apa  yang bisa mereka lakukan, mereka Cuma bilang kita juga pernah ngalamin apa yang lo rasain. Jawaban yang menurut gue kurang bermutu, bukan buat gue tambah semangat atau termotivasi, tapi bikin gue males buat ngelakuin itu karena gue aja ga pernah liat kebaikan dari diri mereka berkat apa yang mereka lakuin di organisasi.

Rama   : Gue paham masalah lo. Tapi sekarang anggap ini adalah ujian va. Ujian buat lo. Dan lo mesti lulus dari ini semua. Saat lo udah lolos dari semuanya, lo harus bisa nyandang predikat sebagai orang sabar. Tunjukin sama semua orang terutama yang nantinya bakal jadi junior lo, lo harus tunjukin sama mereka, dengan junior lo ikut acara ini, junior lo bisa dapet pelajaran kesabaran, dan hasilnya kaya lo.  

Bukan berarti LO ga akan ngewujudin tujuan kelompok LO


Gue     : Kenapa sih Ram, tiap orang mesti jualan?

Rama   : Kenapa? Lo keberatan?

Gue     : Kalo sikonnya gini sih keberatan banget. Lo tau sendiri kan, tiap kelompok organisasi mesti jualan. Dan jujur banget, gue ga suka banget sama kelompok gue. Udah gue bilangin, jangan jualan yang udah ada, eh ini malah jualan roti coba. Udah tau di kampus gue banyak banget yang jualan roti. Kalo semua orang jualan roti, siapa yang mau belinya? Dan jujur, gue heran banget, kenapa sih orang-orang pada ngambil untung gede? Harusnya mereka berpikir secara ekonomis, mahasiswa tuh belum punya penghasilan, kalo mereka jual mahal, siapa yang mau beli? Mending juga jualan yang sederhana aja. Untung kecil tapi laku keras. Hhh.. tapi saran gue ga pernah di denger.

Rama   : lo mesti sabar. Waktu saran lo ga di denger, lo lagi belajar kesabaran

Gue     : Gue heran sama pemikiran semua orang. Emangnya buat nambah pemasukan tuh mesti jualan ya? Okelah kalo emang tu senior minta kita yang mengelola, artinya kita mesti buka usaha kan? Tapi apa buka usaha itu harus jualan? Terus, jualan tuh mesti barang ya? Ga bisa jasa gitu?

Rama   : Emangnya lo pengen buka usaha apa?

Gue     : Kalo emang harus jualan, gue pengen banget jualan cemilan. Lo tau “Oleh oleh bandung” kan? Makanan ringan. Kenapa gue milih itu, karena belum ada yang jualan dan tiap orang tuh pasti pengen banget ngemil. Tapi lebih seneng lagi kalo temen-temen sekelompok gue sepakat kita jualan jasa. Gue pengen buat birthday organizer atau secret admirer organizer. Birthday organizer hampir mirip kaya wedding organizer, tapi yang ditekankan disini bukan tempat party-nya, tapi lebih ke acara ngerjain orangnya. Lo tau kan kalo orang ulang tahun suka dikerjain. Kadang orang stuck banget, dia mesti ngerjain apa, tapi disinilah solusinya. Kita ada buat mereka. Udah gitu kalo mereka pusing atau ga punya waktu buat beli kado, kita bisa nge-handle-nya. Dan kita juga bakal nyiapin cara nyampein ucapan yang romantis kayak apa. Terus kalo masalah secret admirer organizer konsepnya kaya pos gitu. Ini bukan agen buat ngepoin orang, tapi lebih ke ngasih barang ke orang yang kita suka secara rahasia. Kadang kan kita suka pengen banget tuh ngasih something sama orang yang kita suka, tapi kita ga punya nyali buat itu, makannya ini wadah penyalurnya. Emang sih rada susah nyari orang yang klien maksud, tapi disitulah tantangannya, gue yakin, ini adalah hal yang seru. Seru banget. Tapi... sayang ini semua Cuma bisa gue wujudin bareng kalian. Bareng lo, Sid, Cookie, Aida, Via, Jules sama Lando.

Rama   : Gue, sama anak-anak yang lainnya paham lo, tapi orang-orang yang ga tau lo, pasti nganggep lo tuh, “apa sih” tapi lo mesti sabar, semua orang pasti ngakuin kalo lo itu hebat dan ide lo brilian.

Gue     : Thanks. Ram, gue masih ga habis pikir. Kenapa sih kita mesti jualan?

Rama   : Mmmm, gue gatau persis, tapi setau gue, rasul juga ngajarin umatnya buat jualan.

Gue     : Tapi Rasul ga ngajarin kita buat ngambil untung gede kan?

Rama   : yup. Gue rasa, lo mesti positif thinking deh va. Saran lo ga diterima atau ga bisa diwujudin, bukan berarti lo juga ga akan ngewujudin tujuan kelompok lo. Mending lo ikutin aja apa kata mereka. Possitive thinking, lo bisa ngehargain uang, kalo nyari uang tuh ga gampang. Ini emang sulit kalo dikerjain, tapi simple kalo di dengerin. Lo mau ya, ngikutin kata mereka, bagian lo pengen gila atau masih kepingin ngewujudin mimpi lo yang tadi, lo bisa lakuinnya bareng gue, bareng gue sama anak-anak lainnya.

Sunday, 18 November 2012

ga semua yang lo MAU mesti lo DAPETIN


Gue      : Kenapa sih gue ga pernah dapet apa yang gue mau

Rama   : Lo yakin?

Gue      : Yakinlah, kalo gue dapet apa yang gue mau, gue pasti udah bahagia sekarang ini.

Rama   : Ga semua yang lo mau bisa atau harus lo dapetin?

Gue      : Kenapa? Karena Tuhan ga sayang sama gue? Karena Tuhan ga pengen liat gue bahagia?

Rama   : Hush, Lo jangan ngomong gitu

Gue      : Gue benci sama hidup gue sendiri. Harusnya Tuhan ngasih apa yang gue pengen, karena gue ga pernah bisa kayak orang lain. Kenapa sih tuhan ga ngasih apa yang gue mau. Buat yang ini aja.

Rama   : kali ini lo bilang buat yang ini aja. Tar pas lo mohon lagi juga “buat yang ini aja”

Gue      : hhh, enak ya orang yang lucky. Dan gue bukan salah satu orang yang ditunjuk sama Tuhan. Gue cape Ram, gue ga pernah menang dalam persaingan

Rama   : Lo kurang berusaha

Gue      : Selalu.... Gue mesti usaha gimana lagi sih, gue cape ram.

Rama   : Jadi lo mau nyerah?

Gue      : terus, gue mesti maksa buat menang?

Rama   : Lo kalah. Lo kalah dalam artian yang sebenarnya

Gue      : hhh... terus sekarang gue menang gitu? Ga dapet apa-apa lo bilang menang?

Rama   : Lo biarin semua yang ada di dunia ini menang. Lo biarin setan ngetawain lo. Sekarang lo pikir, kalo lo terus berjuang, semua orang tau perjuangan lo belum berakhir, kalo lo tetep kalah, setidaknya lo dapet titel bertahan, tapi kalo lo nyerah, semua orang tau perjuangan lo udah berakhir, dan lo bener-bener kalah dalam artian yang sebenarnya. Sebenarnya apa sih tujuan hidup lo? Selalu menang dalam persaingan? Menang ga akan buat hidup lo bahagia. Lo tau ga sih? Ngeliat orang lain bahagia lebih menyenangkan dari pada ngedapetin kemenangan.

Gue      : Lo bener, makannya lo ga pernah biarin gue menang. Lo selalu menang dari gue.

Rama   : *bingung*

Gue      : kaya sekarang ini. Debat sama lo ga ada ujungnya sampe akhirnya gue ngakuin lo itu bener.

Rama   : ini bukan masalah menang atau kalah. Ini masalah benar sama salah. Gue ga pengen lo ancur dan ada di jalan yang salah.

Gue      : kenapa?

Rama   : Karena gue....
Gue sayang lo