Sunday, 9 November 2014

Disipilin itu harus BERSAMA-SAMA

Latar belakang :
karena semua orang ingin merasakan hal yang sama

Tujuan :
Mari bersama sama tegakkan kedisiplinan

Pembahasan:
kasus 1
Mahasiswa : Bu, itu tanggalnya salah
Ibu : Oiya, bener *ganti tanggal* ibu jadi inget di kelas sebelah ada anak yang nulis tanngal 31 april. Hahahhaa, sok ditunggu tunggu juga ga akan ada. Hhha, tah xiah gantung kalender setahuneun..... KENAPA????? kalian mau nyuruh saya gantungin kalender juga???? Hhhhh, mana bisa. Saya kan dosen, saya tuh bisa melakukan apa aja yang saya mau. Saya bisa menghukum anda, tapi anda tidak bisa menghukum saya

Kasus 2
Dosen : hp nya dimatikan ya, saat ujian ga boleh ada yang nyalain hp.
Tiba-tiba ada mahasiswa yang kepergok mainin hp, entahlah dia nyontek apa ga, yang jelas dia mainin hp

Dosen : .......... *ngomong secara personal sama mahasiswa, dan intinya aku ga bisa denger karena jarak jauh, tapi tiba-tiba dosen itu bawa hp mahasiswa ke depan meja dosen dan bilang....... *

dosen : Ibu kan udah bilang jangan ada yang nyalain hp....

Dan ga lama kemudian hp dosennya bunyi dong dan dia dengan cueknya mainin hp....

Simpulan:
Kalo ga bisa mendisiplinkan diri sendiri, jangan mendisiplinkan orang lain.....

Monday, 6 October 2014

Batasan

Latar Belakang :

  1. Kerjain siklus akuntansi
  2. Menyusun Laporan KP
  3. Menentukan Judul Proposal Tugas Akhir
  4. Nyiapin judul Tugas Akhir
  5. Buat business plan
  6. Bikin aplikasi ....
  7. .....
  8. ....
  9. .....

Rumusan Masalah :

Itu tugas atau apaan sih

Tujuan:

Di dunia ini semua orang punya tugas masing-masing dan itu bukan berarti semua orang tak perlu bekerja keras.

Pembahasan

Aku benci banget sama tugas yang tiap harinya bertambah. Apalagi kalau udah punya tugas ibu itu yang ngasih hukuman gantungin kalender di leher selama SATU BULAN. Omong-omong itu beneran loh, tiap absen tuh pasti di chek in satu persatu, kalau ga suruh berdiri suruh angkat kalendernya. Hmmmm. Oke, aku sih sebenarnya fine-fine aja orang mau hukum gimana pun juga, asal satu jangan banyak omong dan jangan komen. Lah ini, udah salah komennya banyak banget. Sumpahlah ga suka

Masih jaman Dosen itu adalah tuhan?
Mahasiswa itu selalu salah. Bikin jurnal singkat dikomenin, “Buatlah jurnal selengkap mungkin. Anda urai satu demi satu.”
Begitu buat jurnal kumplit, dikomenin, “Ga usah ditulis satu-satu juga ga apa apa, cukup menuliskan ...... ...... ..... ....., tapi kalau saudara mau tulis lengap juga ga apa-apa” Begitu nulis lengkap, pasti si kolom ga cukup, kalau udah ga cukup, jadilah berantakan, nah kalau udah berantakan, kena omelan lagi. Jadi intinya, MAHASISWA SELALU SALAH

Tuhan aja, kalau ngasih ujian ga diluar batas kemampuan kita.....
Ngampus tuh ya hampir full deh 12 jam non stop tanpa ada jam kosong, terus udah pulang suruh ngerjain tugas, udah paling males kalau ngerjain tugas pelajaran itu. Gila, yang namanya ngehapus itu harus bersih banget, ga boleh ada bekas, dan “LUCKY” nya di rumah aku selalu mati lampu setiap pas besoknya ada pelajaran ibu itu. Hhhh, sumpah si ibu itu adalah motivasi aku buat pengen cepet-cepet lulus, walaupun jadi motivasi, tapi ga ngaruh ke pembuatan TA dan KP, masih aja bingung dan males. Sebenarnya faktor belum nyentuh “kewajiban mahasiswa tingkat akhir” itu faktor utamanya adalah gatau apa yang harus dikerjain, karena gatau jadi diabaikan, karena sering diabaikan jadinya males, nah faktor pendukungnya banyak tugas yang ngebuat melupakan kalau kamu itu Mahasiswa tingkat akhir.

Pelajaran ibu itu kalau ngasih tugas tuh banyak dan harus PERFECT banget, tapi kalau udah perfect, itu tugas ditanyain yang intinya harus dijawab bener. Jadi kita harus gimana? Sampai sekarang aku ga bisa menemukan jawabannya.
Terus lagi pelajaran pembuatan aplikasi. Kadang aku suka bertanya, “GUE tuh jurusan akuntansi apa komputer sih?” Tiap minggu tuh minimal suruh bikin 1 aplikasi ditambah tugas di polio yang jawabannya tuh ga pendek, minimalnya polio itu terisi 4 halaman, tolong garis bawahi bahwa itu adalah JUMLAH MINIMAL!!!!!!

Hhh, aku udah cape sama semua ini, udah muak sama semua ini. Aku ingin berhenti dan terus aja tugas numpuk-numpuk dan numpuk. Tuhan aja kalau ngasih cobaan sesuai dengan kemampuan kita, tapi mengapa mereka yang Cuma menjabat sebagai dosen udah berasa melebehi tuhan aja.
Aku benci saat semua semua orang ingin mencapai tujuannyan dengan caranya sendiri. Sebenarnya yang menjalani tujuan itu siapa sih? Apapun caranya yang penting tujuannya tercapai kan?
Aku tau, mungkin aku lemot dan yaaaa, belajar aku salah. Tapi asal semua terbukti bahwa aku bisa bertahan dan hasil aku bagus, kenapa ga sih?

Asal kalian tau, semua itu butuh proses kan? Dan proses mengertinya aku itu dimulai dari jiplak
Jiplak à kerjain terus à paham à siap nerima soal apapun
Jiplak disini bukan berarti aku nyontek, tapi aku tuh orangnya terstruktur banget, aku tuh orangnya text book banget, jadi itulah yang masuk jiplak di sini. Jadi, hal yang pertama adalah aku jiplak contoh tanpa ngerti ini kenapa ya? Nah, nanti lama-kelamaan aku bakal tahu. Itu yang aku maksud jiplak. Nah, kalau sama Ibu itu, kita harus mengerti banget, kalau ga, suruh berdiri di depan dan ibu bakal nerangin personal sama kamu, kalau ga, ibu bakal ngusir orang-orang yang ngerti dari kelas. T.T. Ga bisa ya, semua proses berjalan gimana “GUE”. Yang ibu butuhkan pemahaman kita kan? Hhhh.....

Jujur aja sih ya, tiap kali ibu itu introgasi, aku selalu dzikir, Ya allah semoga aku baik-baik aja, ga dikasih komen apapun. Tolong. Dan itu semua bikin aku pengen “nangis”, bikin aku pengen ngakhirin semuanya, tapi kenapa ga bisa?????? T.T Kenapa UTS begitu lama??? Kenapa?????? T.T
Aku tau, aku ini benci banget sama yang namanya komentar, tapi kalau pun aku salah aku bersedia dikomentarin tapi please ga usah merembet ke yang lain kaya ibu itu. Ga tau ya kalau kita tuh punya perasaan, ga bisa jaga perasaan kita sedikit aja? Ga bisa buat kita nyaman satu sama lain. Aku tau itu ga ada untunya buat Ibu, tapi sebagai sesama manusia, ga bisakah kita bikin hubungan yang baik yang kalau berada di dekat satu sama lain kita merasa nyaman, setidaknya biasa aja. Ibu adalah orang yang beragama yang kuat, apakah agama kita tidak mengajarkan bahwa kita harus saling menolong sesama. Setahuku, agama kita menjunjung tinggi kekeluargaan, intinya kalau mendengar ajaran agama kita, itu terasa indah. Tapi kenyataannya.... Kenapa dia begitu seneng banget bikin kita susah, bikin kita stess. Perkataannya yang ga bisa aku lupakan:
“Ada yang mau ditanyakan?”
Semuanya hening
“ADA YANG MAU DITANYAKAN? GA ADA? TAKUT iya takut? Sok makin tambah sieun, stress. Mangga stress juga, bukan urusan saya. Tuh anak kelas sebelah udah ada yang stress gara-gara saya”
Pas denger kata itu, aku Cuma bisa gigit bibir bawah. Dan lagi-lagi aku benci dengan orang yang terlalu fanatik dengan agama.

Simpulan:

Hari ini aku belajar bagaimana caraku menghargai orang lain......
Hari ini aku belajar bagaimana cara menjaga perasaan orang lain

Kritik dan saran.

Bisa ga sih kalau pelajaran itu di SKIP?????

Monday, 29 September 2014

Pasar Persaingan Sempurna, Monopolistik, Monopoli, dan Oligopoli

Latar Belakang           : Pasar merupakan salah satu dari berbagai sistem, institusi ,prosedur, hubungan sosial dan infrasturktur dimana usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Menurut organisasinya, pasar dibedakan menjadi empat, yaitu pasar persaingan sempurna, pasar monopolistik, pasar monopoli dan oligopoli.
Tujuan                         : Mengetahui perbedaan dan persamaan antara pasar persaingan sempurana, pasar monopolistik, pasar monopoli dan oligopoli.

Persamaan dan Perbedaan Pasar Persaingan Sempurna, Monopolistik, Monopoli, dan Oligopoli
­­­­
Pasar Persaingan Sempurna
Monopolistik
Monopoli
Oligopoli
Penentu Harga
Price taker
Price setter
Price setter
Price setter
Sifat
Dapat keluar masuk pasar
Dapat keluar masuk pasar
Sulit masuk ke dalam pasar
Sulit keluar masuk pasar
Barang
Homogen
Bukan barang close subtitute
Homogen
Homogen
Harga jual produk
Harga sesuai dengan harga pasar atau lebih rendah dari harga pasar
Harga ditentukan dari citra perusahaan
Harga ditentukan oleh produsen
Harga tidak mudah berubah
Jumlah penjual
Banyak penjual
Banyak penjual
Tidak banyak penjual
Tidak terlalu banyak
Promosi Iklan
Diperlukan
Sangat diperlukan
Kurang diperlukan
Sangat diperlukan
Cara memperoleh keuntungan maksimum
Jumlah barang yang diproduksi/ dijual
Usaha non harga
Jumlah barang yang dijual dan penetapan harga jual barang tersebut
Menetapkan harga jual terbatas
Contoh
Pasar hasil pertanian
Yamaha dan Honda
PT. PLN, PT Pos dan Giro
Exxon, Chevron, Texaco
Kelebihan
1.    Konsumen atau masyarakat mempunyai pilihan yang lebih banyak terhadap barang dan jasa yang diperlukan.
2.    Bagi produsen mempunyai kebebasan yang penuh atas corak pilihan dalam menggunakan faktor-faktor produksi.
3.    Memaksimumkan efisiensi.

1.     Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
2.    Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
3.    Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
4.    Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.

1.  Lebih efisien dalam penggunaan input lebih rendah
2.  Jumlah output lebih sedikit
3.  Perusahaan dapat menentukan harga barang.

1.      Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
2.      Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk.
3.      Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual.
4.      Adanya penerapan teknologi baru
5.      Penjual dapat mengendalikan harga

Kelemahan
1.  Inovasi produk tidak membawa manfaat yang kekal atau jangka panjang, karena setiap produk baru mudah ditiru.
2.  Menimbulkan biaya sosial bagi masyarakat sebagai dampak dari penggunaan sumber daya yang terdapat di sekitar lingkungan industri.
3.  Biaya produksi semakin tinggi. Untuk menyesuaikan dengan pasar persaingan sempurna memerlukan perubahan produk yang berakibat naiknya harga produksi.
4.  Distribusi pendapatan tidak selalu rata

1.    Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
2.    Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3.    Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen

1.      Harga barangnya lebih tinggi atau mahal dibandingkan dengan pasar tradisional

1. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
2. Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi
3. Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopolis karena semangat bersaing kurang
4. Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik faktor produksi
5. Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru
6. Bisa berkembang ke arah monopoli
7. Produsen bisa melakukan kartel





A.      Pasar Persaingan Sempurna
1.        Penentuan Harga/Output Yang Dihadapi Suatu Perusahaan Secara Individual Dalam Persaingan Sempurna

Gambar 6.1. Kombinasi harga/output yang optimal bagi suatu perusahaan dalam persaingan sempurna
Pada gambar 6.1, perusahaan tersebut memilih untuk berproduksi pada tingkat output Q*, di mana harga (P) sama dengan biaya marjinal (MC) dan laba adalah maksimum. Laba di atas normal bisa juga terjadi dalam jangka pendek walaupun dalam keadaan persaingan sempurna.
2.         Pendekatan biaya total dan penjualan total dalam pasar persaingan sempurna
Tabel 6. Produksi dan penjualan
Jumlah Produksi (Q)
Harga (P)
Penjualan Total
(TR=PxQ)
Penjualan rata-rata (AR)
Penjualan Marginal (MR)
0
150
-
-
-
1
150
150
150
150
2
150
300
150
150
3
150
450
150
150
4
150
600
150
150
5
150
750
150
150
6
150
900
150
150
7
150
1050
150
150
8
150
1200
150
150
9
150
1350
150
150
10
150
1500
150
150


Gambar 6.13. Kuantitas produksi
-          Kurva TC pada produksi di bawah 2 unit berada di atas kurva TR berarti perusahaan mengalami kerugian.
-          Produksi di atas 2 unit sampai 9 unit TC di bawah TR berarti perusahaan memperoleh keuntungan
-          Apabila dibuat garis tengah antara TC-TR yaitu pada produk 7 unit berarti perusahaan mengalami keuntungan maksimum
-          Titik A dan B di titik BEP (Break Even Point).
B.       Pasar Monopolistik
1.    Penentuan Harga/Output Dalam Persaingan Monopolistik

Persaingan monopolistik mengandung unsur-unsur monopoli dan persaingan sempurna. Pada gambar 6.5, dengan kurva permintaan D1 dan kurva penerimaan marjnal MR1, maka output optimum Q1 akan diperoleh pada titik di mana MR1 = MC. Di sini, laba monopoli jangka pendek yang diterima adalah sama dengan P1LMAC1. Laba tersebut mungkin sebagai hasil pengenalan suatu produk baru atau karena adanya permintaan yang sangat tinggi.



 










Gambar 6.5. Kombinasi harga/output dalam persaingan monopolistik
Namun demikian, sejalan dengan waktu, persaingan akan terangsang oleh adanya laba monopoli jangka pendek ini, dan banyak perusahaan-perusahaa baru yang akan memasuki industri tersebut. Oleh karena itu, aspek persaingan dari persaingan monopolistik ini akan tampak dalam jangka panjang. Jika semakin banyak perusahaan yang memasuki industri tersebut dan menawarkan barang pengganti yang sangat dekat (tetapi tidak sempurna), maka pangsa pasar (market share) dari mula-mula akan menurun. Ini berarti bahwa permintaan perusahaan dan penerimaan marjinal (MR) akan bergeser ke kiri, seperti D2 dan MR2 dalam gambar 6.5. Output optimal perusahaan tersebut (di mana MR2 = MC) bergeser menjadi Q2, dan harga P2 sama dengan AC2, maka laba ekonomis menjadi nol. Jika barang pengganti yang ditawarkan persis sama (tidak hanya mendekati sama) maka dengan adanya perusahaan pendatang baru, D2 akan lebih mendekati horisontal dan keadaan persaingan sempurna, D3 dengan P3 dan Q3 akan terjadi.
C.      Pasar Monopoli
1.      Keputusan Harga/Output Dalam Monopoli

Jika suatu perusahaan yang monopolistik menyamakan MR dengan MC-nya, maka pada saat yang sama ia menentukan pula tingkat output dan tingkat harga pasar untuk produknya. Keputusan ini dilukiskan dalam gambar 6.2. Di situ perusahaan tersebut menghasilkan output sebesar Q unit pada tingkat biaya C biaya per unit dan ia menjual outputnya tersebut pada tingkat harga P. Laba, yaitu sama dengan (P – C) kali Q, ditunjukkan oleh bidang PP'C'C dan itu merupakan laba maksimum.

Gambar 6.2. Penentuan harga/output dalam monopoli
Walaupun Q merupakan tingkat outputnya optimal jangka pendek, perusahaan tersebut akan berproduksi hanya jika penerimaan rata-rata (AR) atau harga (P) lebih besar daripada AVC. Keadaan ini terjadi dalam gambar 6.2, tetapi jika P di bawah AVC, kerugian akan diminimumkan dengan berhenti berproduksi.
Jika MR > MC, berarti jika produksi ditambah, kenaikan penerimaan yang diperoleh akan lebih besar dari kenaikan biayanya. Ini berarti bahwa seorang manajer dapat meningkatkan laba perusahaan dengan meningkatkan produksi jika ingin meningkatkan laba perusahaan. Kondisi laba maksimal yaitu kondisi tingkat output optimal pada saat MC = MR yang secara matematis kondisi laba maksimal pada perusahaan monopoli dapat ditunjukkan sebagai berikut:
p = R – B
Laba maksimum  akan diperoleh jika turunan pertama dari fungsi laba terhadap tingkat output sama dengan nol.
MR = MC
Gambar 6.2 menunjukkan bagaimana seorang manajer dalam menentukan tingkat output optimal. Kurva MR, memotong kurva MC pada tingkat output Qm, yang sekaligius menunjukkan tingkat output optimal. Harga maksimum yang masih dapat diterima oleh konsumen untuk output Qm adalah Pm. Jadi kombinasi harga dan output yang memaksimumkan laba bagi monopoli adalah Qm dan Pm. Besar laba yang diperoleh monopoli ditunjukkan oleh daerah yang diarsir, yaitu ( Pm - BRQM ) Qm.
Monopoli tidak berarti bahwa akan selalu mendapatkan laba ekonomi. Jika monopoli dapat memperoleh laba ekonomi dan dapat mencegah perusahaan lain masuk ke dalam industri, maka laba ekonomi yang diperoleh dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Walaupun demikian laba yang akan diperoleh monopoli ditentukan oleh seberapa besar permintaan yang dihadapi relatif terhadap biaya produksi yang dikeluarkan. Gambar 6.3 menunjukkan hal ini. Pada tingkat output optimal Qm, harga pasar yang dapat diterima total penerimaan monopoli menderita kerugian sebesar daerah yang diarsir.

Gambar 6.3. Maksimasi Laba Monopolis



Gambar 6.4. Monopolis yang mengalami  kerugian

D.      Pasar Oligopoli
1.    Penentuan Harga/Output Dalam Pasar Oligopoli


Gambar 6.7. Kurva permintaan sebelum ada reaksi

Fenomena pergeseran kurva-kurva permintaan ini dilukiskan dalam gambar 6.8. Perusahaan A mula-mula menghasilkan output sebesar Q1 unit dan menjualnya dengan harga P1. Kurva permintaan D1 yang berlaku di sini, dengan mengasumsikan harga-harga yang ditetapkan oleh perusahaan-perusahaan lain tidak berubah. Dengan asumsi tersebut, penurunan harga dari P1 menjadi P2 akan meningkatkan permintaan menjadi Q2. Sekarang anggap bahwa hanya ada sejumlah kecil perusahaan yang beroperasi di pasar dan masing-masing mempunyai pangsa pasar yang cukup besar terhadap penjualan total. Oleh karena itu, jika suatu perusahaan menurunkan harganya dan memperoleh kenaikan volume penjualan yang cukup tinggi, maka perusahaan-perusahaan lainnya akan kehilangan sebagian besar volume usaha mereka. Kemudian, setelah perusahaan-perusahaan tersebut mengetahui mengapa penjualan mereka turun, maka mereka akan bereaksi dengan menurunkan harga produk mereka sendiri. Tindakan ini akan menggeser perusahaan A turun ke kurva permintaan kedua D2 yang menyebabkan penurunan permintaan perusahaan A dari Q2 menjadi Q3 pada tingkat harga P2. Kurva yang baru sama tidak stabilnya dengan kurva mula-mula, oleh karena itu pengetahuan akan bentuk kurva tersebut tidak berguna bagi perusahaan A: jika ia mencoba untuk bergerak sepanjang D2, maka perusahaan-perusahaan pesaing akan bereaksi yang bisa memaksa perusahaan tersebut berpindah ke kurva lainnya.


Gambar 6.8. Kurva permintaan setelah ada reaksi

Pergeseran kurva permintaan tidak akan menimbulkan kesulitan yang berarti dalam pembuatan keputusan tentang harga/output jika perusahaan A mengetahui secara pasti bagaimana perusahaan saingannya terhadap perubahan-perubahan harga. Reaksi-reaksi tersebut hanya akan mempengaruhi hubungan harga/permintaan dan sebuah kurva permintaan yang baru bisa dibentuk untuk memasukkan interaksi-interaksi di antara perusahaan-perusahaan. Kurva D3 dalam gambar 6.8 merupakan sebuah kurva reaksi, ia menunjukkan bagaimana penurunan harga akan mempengaruhi kuantitas yang diminta setelah reaksi perusahaan-perusahaan saingan diperhitungkan. Namun demikian, permasalahan dalam pendekatan ini terletak pada kenyataan bahwa ada banyak teori yang berbeda tentang perilaku antar perusahaan dan mesin-mesin teori yang menghasilkan model penentuan harga yang berbeda sehingga akan menghasilkan aturan-aturan pengambilan keputusan yang berbeda pula.

elearning.upnjatim.ac.id/courses/TEORIEKONOMI/

Untuk lebih jelas karena di artikel ini tidak ada gambar, silahkan klik download disini https://drive.google.com/file/d/0ByE45UObcchkQ0gtMUVkQmNEM2c/edit?usp=sharing